Dikabarkan Hilang dan Masuk Rumah Sakit Jiwa di LA, Marshanda Bicara Blak-blakan Soal Kondisinya

Peristiwa548 Dilihat
Marshanda (int)

Smartcitymakassar.com – Jakarta – Sempat dikabarkan menghilang dan ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) oleh teman-teman dekatnya, artis Marshanda kemudian diberitakan sedang berada di bawah pengawasan medis dan masuk rumah sakit jiwa di Los Angeles.

Marshanda kemudian muncul melaui unggahan video YouTube-nya membicarakan situasi dirinya dipaksa masuk rumah sakit jiwa (RSJ) ketiba berada di Los Angeles, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Kondisi itu berhubungan dengan insiden dirinya sempat dikabarkan hilang.

Dia mengatakan peristiwa itu berawal pada 27 Juni. Kala itu, dirinya bermain di Pantai Venice yang dekat penginapannya. Dia mengaku meninggalkan semua handhone di penginapan karena ingin menikmati waktu sendiri.

Dalam video itu, Marshanda juga mengatakan ingin fokus bermain ombak dan tak ingin orang lain mengetahui keberadaannya saat me time.

Marshanda mengklaim hanya bermain di Pantai Venice sekitar dua jam. Namun, ia kesulitan kembali ke penginapan karena soflens yang dikenakan terkena ombak sehingga tak bisa digunakan.

Dia kemudia mengaku memilih kembali ke Pantai Venice dan meminta bantuan orang sekitar untuk mengantarkannya pulang ke penginapan.

“Sheila nelpon gue sampai tujuh kali. Terus dia panic attack karena gue enggak bisa ditemuin. Dia ngelaporin gue ke 911,” ujarnya.

“Datang lah ambulans menjemput gue dan ambulans itu yang telepon adalah Sheila atau David (suami Sheila),” tuturnya.

Dia mengaku sangat bingung ketika dijemput ambulans. Dia juga mengklaim pihak dari rumah sakit turut bingung ketika melihatnya dalam kondisi baik-baik saja.

“Jadi pertama begini, gue urutin ya. Di ambulans 911 itu tanya ‘Apa kamu baik-baik saja? Siapa nama kamu? Sekarang kamu di mana? Asal dari mana?’”

“Mereka kayak memastikan gue waras dan sadar diri enggak. Jawaban gue tuh normal semua,” ungkap Marshanda.

Selebriti populer itu kemudian menunjukkan data kesehatannya yang berada dalam fitur emergency atau Heath miliknya yang bertuliskan Penyembuhan Tumor Payudara atau Holistik Kanker.”

Dia mengaku tidak secara khusus menuliskan riwayat bipolar atau depresi dalam fitur tersebut. Namun, terdapat daftar obat-obatan untuk penderita bipolar dalam fitur itu.

Daftar obat itu membuat pihak rumah sakit khawatir, sehingga mereka disebut membawanya ke RSJ dan ‘menahannya’ sejak saat itu hingga 11 Juli.

“Kok ada obat penenang? Obat untuk depresi kayak bipolar? Itu yang membuat 911 membawa gue ke mental health facility,” tuturnya.

Dia juga mengatakan tak ada yang bisa mengakses dirinya ketika berada di RSJ. Ibu dan adiknya disebut hanya bisa menelepon dirinya dua kali.

Marshanda kemudian mengatakan situasi tersebut berada di luar kontrol sang sahabat, Sheila dan David.

Marshanda kemudian menceritakan situasi dan kondisinya ketika berada di rumah sakit jiwa. Ia mengaku mendapatkan perlakuan tak menyenangkan saat berada di sana, terutama setelah menolak minum obat yang diberikan kepadanya.

“Pas gue ngomong begitu (menolak) tangan gue dikebelakangin, gue dijatuhin ke kasur, karena gue dianggap sudah overactive. Sampai gue disuntik karena sudah dianggap harsh, gue udah dianggap agresif,” kata Marshanda.

“Orang di penjara diperlakukan lebih baik daripada orang di rumah sakit jiwa. Karena orang di penjara masih dianggap waras, orang di rumah sakit jiwa itu sudah dianggap gak waras,” ucap Marshanda.

Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk mengonsumsi obat dan makanan yang diberikan rumah sakit supaya bisa segera keluar.

Hingga jelang pertengahan Juli 2022, Marshanda diizinkan pulang. Namun, dia diminta membayar lebih dari US$20 ribu atau sekitar Rp297,9 juta oleh rumah sakit tersebut.

“Gue kayak ditagih US$20 ribu lebih sama rumah sakit itu. Terus gue bilang ini bukan tanggung jawab gue. Sheila sama David gak mau bertanggung jawab juga dengan itu. Terus intinya itu yang gue alamin,” tandasnya. (rj)

Komentar